Reviewsis

Memahami Kambing Boerka

0 14

Kambing boerka ialah kambing persilangan antara kambing boer dengan kambing kacang ataupun kambing lokal. Persilangan kedua tipe kambing ini dicoba oleh regu inventor dari Loka Peneltian Kambing Potong, Puslitbangnak, Tubuh Riset serta Pengembangan Pertanian, Kementrian Pertanian.( Ginting serta Mahmilia, 2008).

Kambing boer berasal dari Afrika Selatan, telah sangat populer keunggulannya selaku kambing jenis daging. Bobot hidup pejantan Boer berusia yang terseleksi dengan baik( improved Boer) bisa menggapai antara 100– 120 kilogram serta berat sapih usia 120 hari bisa menggapai 29 kilogram( Malan, 2000). Erasmus( 2000) memberi tahu bobot lahir kambing Boer menggapai 3, 9– 4, 0 kilogram serta rata- rata laju pertambahan bobot tubuh setiap hari berkisar antara 203– 245 gram. Sebab keunggulannya tersebut, hingga tipe kambing Boer sudah digunakan dalam program persilangan buat revisi ataupun kenaikan genetik kambing lokal di banyak negeri, serta pula di Indonesia( Setiadi et angkatan laut(AL)., 2001; Dakhlan serta Sulastri, 2006).

Kambing kacang, walaupun bobot tubuhnya relatif rendah, tetapi kambing ini mempunyai reproduktivitas yang besar, gampang berkembangbiak. Kambing Boerka selaku hasil dari persilangan tersebut mewarisi sifat- sifat unggul kedua tipe leluhurnya, ialah reproduksitivitas yang besar berasal dari Kambing Lokal( kambing kacang) sedangkan bobot badan serta laju perkembangan yang besar berasal dari Kambing Boer.

Identitas kambing boerka

Kambing boerka secara universal mempunyai campuran warna putih, coklat serta gelap.( Elieser S, Destomo A, 2008). Bagian kepala hingga dengan leher bercorak coklat ataupun gelap, dengan warna putih memanjang dari antara kedua tanduk hingga hidung. Sedangkankan tubuh, kaki- kakinya dan ekor didominasi dengan warna putih.

Keunggulan kambing boerka

Kambing persilangan boerka memiliki perkembangan yang kilat.

Berat lahir 2, 2– 2, 8 kilogram.( Romjali dkk., 2002), Berat sapih( 6 bulan) 16– 22 kilogram( Setiadi dkk., 2001), serta pada usia 12 ataupun 18 bulan kambing Boerka jantan sudah sanggup menggapai bobot hidup antara 26– 36 kg

( Ginting serta Mahmilia, 2008), dengan prosentase karkas 45- 50%( Shipley, 2005).

Reproduktivitas

kambing boerka besar,

Kambing boerka bisa melahirkan anak 3 kali dalam 2 tahun dengan jumlah anak 1 hingga 2

ekor pada tiap kelahiran

per induk.

Bisa dipelihara dengan input lagi.

Sanggup menyesuaikan diri dengan keadaan tropis basah pada wilayah dataran rendah.

Dengan keunggulan tersebut kambing persilangan ini berpotensi dibesarkan oleh peternak tradisional ataupun komersial.( Leestyawati, Penyuluh Pertanian di Disnas Pertanian Serta Katahanan Pangan Provinsi Bali, Sumber Teks: Loka Riset Kambing Potong Sei Putih).

Read Also: That Which You Don’t Know Could Seriously Damage Your Dog This Summer

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.